Skip to content

KONSTRUKSI DAN APLIKASI VEKTOR PROMOTER-TRAPPING

24 Februari 2009

vektorGen methyl parathion hydrolase (MPH) (mpd) dari strain Plesiomonas sp. diketahui mampu menghidrolisis senyawa methyl parathion menjadi p-nitrophenol dan dimethyl phosphorothinate sebagai aplikasi bioremidasi komponen organophosporus di lingkungan. Kebanyakan organisme yang mampu menghasilkan organophosporus hidrolasebakteri (OPH) adalah gram negatif, dan OPH yang dihasilkan berada di dalam sel atau dikeluarkan ke dalam periplasma.

Gen MPH (mpd) pada umumnya di dalam sel inang Bacillus subtilis tidak dapat diekspresikan dengan promotor yang dimiliki oleh B.subtilis. Oleh karena itu, Cui et al. (2004) dalam penelitiannnya yang berjudul “Construction and application of promoter-trapping vector with methyl parathion hydrolase gene mpd as the reporter” mencoba menggunakan gen mpd sebagai reporter untuk menguatkan promoter dari B.subtilis dan mengklon dua promoter unstudi dari perpustakaan promoter B.subtilis. Berikut saya sajikan strategi penelitian yang saya buat berdasarkan Jurnal Penelitian yang dilakukan Cui et al. (2004).

Strategi Peneilitian Konstruksi dan Aplikasi Vektor Promoter-Trapping dengan gen MPH (mpd) sebagai reporter (Cui et al., 2004)

Strategi Peneilitian Konstruksi dan Aplikasi Vektor Promoter-Trapping dengan gen MPH (mpd) sebagai reporter (Cui et al., 2004)

Sebanyak tiga puluh dua klon diseleksi dari 9075 transforman pada media cawan seleksi. Plasmid rekombinan dengan aktivitas MPH sebagai klon-klon positif ditunjukkan sebagai pMPDP1-pMPDP32.  Dua klon rekombinan positif MPH diisolasi dan disekuensing untuk diprediksi adanya promoter dan sinyal peptida dalam DNA insert.  Cui et al. (2004) melaporkan bahwa dua fragmen insert bagian hulu dari gen mpd mengandung promoter fungsional dengan anka kemungkinan lebih dari 98% berdasarkan hasil analisis sekuen. Promotor adalah bagain penting dalam suatu genom yang mengontrol ekspresi spatial dan temporal dari suatu gen. Vektor promoter-trapping biasanya digunakan untuk mengklon promotor dan mengukur seberapa kuat promotor tersebut dalam menjalankan fungsinya dalam ekspresi gen.

Construction and application of promoter-trapping vector with methyl parathion hydrolase gene mpd as the reporter

Cui, ZL., Zhang, XZ., Zhang, ZH. and Li, SP.

Journal Biotechnology Letter. 2004 November; 26: 1115-1118

Publishers : Springer Netherlands

ISSN  : 0141-5492 (Print) 1573-6776 (Online)

5 Komentar leave one →
  1. 24 Februari 2009 03:09

    Wah apik tulisannya secara ilmiah. Tetapi orang awam seperti saya, sama sekali nggak mudheng lalu untuk apa hal seperti itu.
    Om bisa nggak ngasih contoh, misalnya ilmu semacam ini berguna untuk apa, siapa yang pernah melakukan dan hasilnya seperti apa.
    Heheheh kalau pertanyaan yang relevan dengan dunia saya adalah apa mungkin ya dari fosil-fosil burung purba, bisa diambil DNA-nya atau apanya begitulah untuk “menciptakan” makhluk seperti itu, ya katakanlah seperti di film Jurassic Park-lah hehehe.
    Atau nggak usah jauh-jauh…apakah ilmu semacam ini bisa untuk perbanyakan burung-burung yang sekarang masih ada tetapi sudah langka?
    Barangkali tulisan Om ini perlu ada catatan sekadar memberi tahu orang awam, apa kegunaan ilmu seperti ini. Okey?
    Salam

    @Duto
    untuk kegunaan dari informasi yang saya tulis adalah berkaitan dengan suatu modifikasi vektor kloning dalam menjalankan fungsinya sebagai pembawa fragmen DNA (gen target) yang ingin kita perbanyak melalui kloning gen (lihat artikel saya sebelumnya).
    Cui et al. (2004) memodifikasi pUC19 sebagai vektor kloning untuk promotor suatu gen yang ingin diklon dalam sel inang bakteri (B.subtilis), yaitu gen MPH (mpd). Mengapa perlu dimodifikasi karena B.subtilis tidak dapat mengekspresikan (mengeluarkan sifat/fungsi gen) gen MPH dengan promotor yang dimiliki bakteri tersebut. Oleh karena itu dibuatlah Vektor Promoter-trapping.

    DNA dari fosil-fosil memungkinkan untuk dilakukan kloning, artinya gen-gen tertentu yang dimiliki oleh organisme tertentu asal DNA nya tidak rusak dapat kita ambil dan kita manfaatkan. Melalui gen-gen tersebut kita dapat memodifikasi suatu organisme sesuai dengan keinginan kita, misalnya kita ingin memproduksi padi unggul yang ingin memiliki sifat tahan hama, bulirnya besar dan panenya cepat.
    Aplikasi kloning gen sudah banyak kita rasakan, misalnya dalam bidang kesehatan, pertanian, immunologi bahkan hampir seluruh disiplin ilmu pengetahuan sekarang dikaji dengan pendekatan biologi molekuler.
    namun untuk kloning organisme secara utuh masih banyak pro dan kontra, dan dalam pelaksanaanya harus sesuai dengan Kode Etik Ilmu Biologi (Bioetika).

  2. emon permalink
    4 Maret 2009 13:41

    mumet kye….

    @emon
    sebenarnya ane juga mumet, tapi lagi belajar review jurnal. Kalo ada salah mohon bantuannya…
    he..he..

    salam
    farid

  3. 5 Maret 2009 02:55

    Viva Bio, situs anda sudah saya pasang banner, mohon pasang balik banner atau link balik ke situs kami, untuk kemajuan dunia pendidikan khususnya Biologi.

    Terima kasih ……………

  4. 5 Maret 2009 03:00

    Viva bio !!!!
    Bagi pengunjung situs ini yang menginginkan CD pembelajaran gratis hubungi kami di situs : http://biologyresources-dpermana.blogspot.com/

    Jangan lewatkan penawaran ini ……………

  5. 1 Mei 2009 23:49

    assalamualaikum…
    Salam Bio juga, semangat sobat!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: