Skip to content

Belajar sel, belajar organisasi!

12 Februari 2009
ist2_5193117-interactive-organization-part-ii

Organisasi (sumber : http://www1.istockphoto.com)

Organisasi, merupakan kumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama, dan saling berinteraksi satu sama lain untuk menghasilkan suatu aksi dalam mecapai tujuan bersama. Layaknya sebuah organisasi, kumpulan orang tersebut dengan perannya masing-masing saling berintegrasi satu sama lain demi tercapainya tujuan. Hal yang paling mendasar dalam beroraganisasi adalah bagaimana setiap orang mampu bekerja sama, bukan sama-sama kerja, bahu membahu untuk mewujudkan impian bersama, yaitu tercapainya tujuan bersama (goal).

Setiap orang pasti pernah belajar organisasi. Namun tak banyak orang yang menyadari bahwa setiap waktu, setiap jam, setiap menit, setiap detik kita selalu belajar tentang organisasi. Setiap inci bagian tubuh kita memperlihatkan adanya eksistensi sebuah organisasi. Mulai dari Sistem-sistem yang ada di dalam tubuh kita, sampai pada unit terkecil dalam tubuh kita, yaitu sel.

Seperti tulisan saya sebelumnya tentang struktur sel, sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup. Sel sebagai suatu unit kehidupan tidak lepas dari proses beroraganisasi sejak terbentuknya zigot. Sel memiliki sebuah inti (nucleus) yang mengatur segala aktivitas sel tersebut. Layaknya sebuah organisasi, sel tanpa sebuah inti tidak dapat menjalankan kehidupannya.

Sebuah organisasi dalam menjalankan eksistensinya membutuhkan seorang pemimpin. Inti sel sebagai pemimpin memiliki sebuah Materi Genetik yang berfungsi sebagai sumber informasi, komando, pengaturan segala aktivitas sel. Materi genetik ini diperankan oleh molekul DNA (deoxyribonucleic acid). Sistem informasi genetik yang dimiliki DNA berupa urutan basa nitrogen yang nantinya diterjemahkan ke dalam urutan asam aminoprotein penyusun . Melalui protein inilah aktifitas sel dapat dilakukan, komponen sel dapat dibentuk, reaksi-reaksi kimia di dalam sel dapat berjalan dan sifat-sifat pewarisan dari suatu organisme dapat dimunculkan.

dna_infograph1

DNA (sumber : http://news.bbc.co.uk/)

Sel sebagai suatu organisasi memiliki organel-organel spesifik yang memiliki peran penting dalam menjalankan program atau perintah dari inti sel. Sebuah organisasi tidak hanya butuh seorang pemimpin, tetapi butuh orang-orang atau bagian-bagian lain yang tergabung dalam suatu tim. Tiap organel dalam sel memiliki fungsi masing-masing dan saling berintegrasi dalam mewujudkan tujuan bersama, yaitu eksistensi sel dalam menjalankan kehidupannya. Pelaksanaan fungsi tiap unit kerja di dalam sel berlangsung secara kompak, bekerja sama sebagai satu kesatuan tim kerja. Apabila salah satu saja komponen sel terganggu kinerjanya, maka eksistensi sel juga terganggu. Artinya, sekecil apapun kontribusi kita dalam suatu tim atau organisasi memiliki sebuah nilai yang tinggi jika peran kita ditiadakan.

Belajar organisasi tidak berhenti hanya di tingkatan sel. Sel-sel yang memilki fungsi yang sama jika bergabung dan bekerja sama untuk melaksanakan suatu fungsi tertentu disebut dengan jaringan. Jaringan-jaringan di dalam tubuh bekerja sama untuk menjalankan fungsi tertentu dikenal dengan nama organ. Kumpulan organ yang membentuk suatu sistem di dalam tubuh disebut sebagai sistem organ, seperti sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem reproduksi dan sistem yang lainnya. Tingkatan organisasi di dalam tubuh kita beranjak dari sel, jaringan, organ dan sistem organ.

415544649_25ba2c1768_o

Sel, jaringan, organ (sumber :http://malaysiabest.fotopages.com/)

Begitu pula dengan organisasi, dalam pelaksanaannya akan membentuk suatu sistem-sistem yang lebih kecil untuk melaksanakan fugsi tertentu dalam mewujudkan tujuan organisasi. layaknya sebuah negara memiliki Presiden, Gubernur, Bupati, Kepala Desa sampai pada Kepala Rumah tangga. Tidak berhenti di situ saja, proses organisasi berlanjut dari kepala keluarga, diri sendiri, sistem organ, organ, jaringan, dan kembali ke sel. semuanya itu membutuhkan suatu keteraturan untuk mempertahankan eksistensi sebuah unit organisasi.

Belajar Organisasi adalah sebuah pilihan, namun tanpa memilih pun hidup kita berjalan secara terorganisir. Maka dari itu tidak ada alasan kalau kita tidak pernah belajar berorganisasi.

Penulis : farid fatkhomi

12 Komentar leave one →
  1. 12 Februari 2009 15:52

    Hehehe bagus Bro, berarti sebenarnya sejak kita lahir, bahkan sejak masih di alam kandungan, tubuh kita sudah belajar berorganisasi ya.
    Sayangnya, kemahiran tubuh kita dalam berorganisasi sering tidak diikuti oleh tindakan kita dalam hidup keseharian. Banyak organisasi tumbang atau patah di tengah jalan karena masing-masing orang mempunyai tujuan sendiri-sendiri yang sangat individual.
    Tetapi lebih dari itu, hal yang paling sulit untuk kita lakukan adalah mengorganisir gerak langkah antara keinginan/nafsu dan akal budi. Akal budi kita selalu menjadi pedoman hidup untuik menuju kebaikan, namun di tengah jalan, nafsu kita membuat jalan menjadi berkelak-kelok, melenceng dari keutamaan akal budi.
    Memang menyatukan gerak langkah antara keinginan dan akal budi menjadi sebuah pekerjaan yang paling berat bagi manusia. Perang antara akal budi dan nafsu menjadi sebuah perang yang lebh hebat dan berat ketimbang perang menaklukkan musuh manapun.
    Perang dan penindasan di dunia ini, juga muncul karena akal budi di dalam alam pikiran para pemimpin dunia tertentu, telah kalah dulu dalam berperang melawan hawa nafsu. Hawa nafsu untuk menindas dan berkuasa.
    Bagus Bro… terus berkarya.
    Salam…

    @Duto
    “Banyak organisasi tumbang atau patah di tengah jalan karena masing-masing orang mempunyai tujuan sendiri-sendiri yang sangat individual”
    maka dari itu perlu dikaji lebih mendalam tentang arti sebuah organisasi, tujuan organisasi. Idealnya setiap orang dalam suatu organisasi memiliki fungsi masing-masing,namun punya tujuan organisasi yang sama. contoh kecil adalah sebuah tim sepak bola. ada pemain penyerang, sayap, tengah , bertahan dan penangkap bola. semua punya tugas masing-masing dan konsisten terhadap tugas-tugasnya. namun mereka memiliki tujuan yang sama memasukkan goal ke gawang lawan. dalam tim sepak bola juga butuh seorang pemimpin yang mengatur pola permaian agar pemain dapat bekerja sama bukan sama-sama kerja.
    kuncinya, kenali tujuan kita dalam berorganisasi apakah sudah sesuai dengan tujuan organisasi.

    dengan berorganissai kita belajar untuk memimpin, termasuk memimpin diri kita atas akal budi dan hawa nafsu

    salam
    Farid (wbio)

  2. 13 Februari 2009 09:39

    Bener juga kata Om Duto..,saya cuman menambahkan kalau sel bertindak sendiri tanpa komando walaupun tubuh dikomando oleh otak.Walaupun begitu..sel tetap membutuhkan dukungan dari organ-organ yang lain.Sama seperti organisasi (yang kita rintis saat ini).Btw..ide smpyn memang suipp..;-)

    Salam hangat dan persahabatan selalu

    @Gusti Dana
    Sel memang tanpa kendali dari otak, tapi eksistensi sel sudah diatur atau terprogram dalam sebuah molekul DNA dalam bentuk informasi perintah yang nantinya akan diterjemahkan dalam bentuk rantai-rantai asam amino (protein). sel-sel begabung membentuk jaringan, jaringan-jaringan bergabung membentuk organ, dan organ-organ bergabung membentuk sistem organ…itulah organisasi.

    salam
    Farid (wbio)

  3. sulurliar permalink
    18 Februari 2009 03:23

    anda semua benar, yang menjadikan sulit adalah tujuan individu, kemauan individu.
    masalahnya, kita tidak selalu bisa dengan mudah menyepakati mutual aims/ tujuan bersama

    apakah dalam organisasi sel mengenal demokrasi? ataukan mereka hanya berjalan setelah mendapat perintah yang “harus” dipatuhi? apakah sistem oragnisasi sel adalah sistem otoriter?

    sedang kita di kehidupan nyata bertabrakan dengan banyak sekali sistem komunikasi sosial yang silang sengkarut yang dapat menyebabkan lemahnya tujuan bersama.

    bagaimana mas? apakah pertanyaan2 saya tidak kontekstual dengan masalah organisasi sel?

    trims
    salam kenal

    sulurliar

    @sulurliar
    konteks organsasi secra umum, pendpat saya memang setiap individu memiliki tujuan sendiri-sendiri, namun ketika kita berbicara tentang suatu tim dalam organisasi, tujuan individu harus selaras dan mendukung tujuan organisasi.
    contoh:
    tujuan organisasi Sel adalah eksistensi se untuk kehidupan sel sbg penyusun tubuh Makhluk hidup.
    orang2 atau anggota yang ada di dalamnya , misalnya ribosom (tempat sintesis protein ), lisosom (pencernaan sel), kloroplas (fotosintesis), membran plasma (pelindung & mengatur lalu lintas substansi yg keluar masuk ke dalam sel), memiliki tujuan individu masing-masing berkiatan dengan fungsi dia sebgai komponen sel/komponen organisasi. Namun, tujuan individu tersebut memiliki tujuan besar yang sama yaitu menjalankan dan mempertahankan eksistensi sel tersebut sesuai dengan fungsi sel (fungsi sel = tujuan organisasi), misalnya sel saraf, berfungsi mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan (tujuan organisasi).

    Berbicara tentang demokrasi atau otoriter adalah berbicara tentang suatu faham yang dianut dalam proses menjalankan sebuah organisasi. Berkaitan artikel saya adalah berkaitan dengan esensi sebuah organisasi, yaitu kumpulan orang yang bekerja sama untuk menghasilkan aksi dalam mencapai tujuan bersama.
    mencoba menjawab apakah sistem organisasi sel bersifat otoriter, saya jawab ya. karena semua telah terprogram dan diperintahkan oleh komponen sel yang disebut Inti sel.

    apa yang dihadapi kita di dalam kehidupan masyarakat adalah sebuah hambatan yang harus kita atasi. dan setiap organisasi pasti akan mengalami hal tersebut, apalagi sebuah organisasi yang baru dibentuk, harus menjalani proses yang tidak instan untuk menyatukan tujuan individu menjadi atau membentuk tujuan bersama. tetapi jika kita mampu menghadapi hambatan tersebut organisasi kita akan menjadi lebih kuat.

    salam
    farid

  4. 19 Februari 2009 15:28

    banyak faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan sebuah organisasi atau perusahan. Diantaranya adalah kemamuan intrapersonal. Dimana masing-masing individu mempunyai kemampuan untuk mengerti dan memahami keinginan orang lain. Hal ini yang yang akan membuat sebuah komunikasi akan berjalan dengan baik antar sesama anggota organisasi/perusahaan. Kita juga harus bisa berbagi dan mendengar pendapat orang lain.
    salam kenal….

    @madhysta
    anda benar, kemapuan intrapersonal membangun setiap anggota dalam organisasi untuk menjadi RESPECT, hal ini akan menumbuhkan suatu komunikasi TAKE and GIVE, artinya dengan kita memahami kebutuhan orang lain, kita akan berusaha sigap untuk memberikan kebutuhan tersebut (sbg bentuk komunikasi), dan orang lain akan merespon apa yang kita lakukan dan selanjutnya akan melakukan hal serupa.

    Thanks atas masukannya…
    Salam kenal juga
    farid

  5. Tegariana Puteri Q permalink
    23 Februari 2009 07:04

    keren, Pih. dari kpn punya blog ni???belajar ah ma Papih…
    SPH gmn kbr y??? kangen nih ma keluargaku kehidupanku..

    @Tegariana Puteri Q
    ha..ha…. kalo blog ini sih baru kemarin Januari…kalo belajar blog dulu udah pernah, baru sekarang dipraktekin..

    SPH belum ngumpul lagi, masih pada sibuk semua…PKL, peneilitian dan KKN..

    SPH…KELUARGAKU….KEHIDUPANKU…Semangat!!!

    salam
    Farid

  6. 28 Februari 2009 13:35

    Assalamualaikum.wr.wb

    i just wanna say… Exellent…😉

    @Liin
    thanks liin atas kunjungannya…
    ditunggu saran dan kritiknya…

    salam
    farid

  7. 9 Maret 2009 00:27

    thanx ya infox lengkap lam kenal jg kw jrsn biologi jg but umm.

    @Sugiarno
    Thanks juga dah mampir ke blog ini. Slam kenal…

    salam
    Farid

  8. irma permalink
    15 Maret 2009 02:58

    hehehe…nta info’y y.
    tHx
    lm knl

    jawab:
    thanks juga sudah mampir ke blog ini. ditunggu saran dan kritiknya. semoga informasi yang ada dapat bermanfaat….
    salam
    farid

  9. 28 April 2009 04:08

    Ha ha ha sungguh inspiratif, Filosofis dan creatif. Memang kita tidak bisa menyamakan persis antara organisasi dan sistem sel. Tapi paling tidak ini adalah suatu analog yang sangat pas bila kita bandingkan dengan sisitem sel dengan segala kerumitannya. Sistem sel bila ada satu saja yang menyimpang pasti akan kacaulah sistem sel itu. Tetapi mengapa atau mungkin kita belum tahu adakah di dalam sitem sel, antara sel satu dangan yang lain tidak pernah berbenturan, Kok kelihatannya masing – masing sel tersebut rukun – rukun selalau dan kompak. Sungguh sangat elegant sekali bila kita bisa mnecermati secara detail secara sempurna. Ya memang inilah salah satu kuasa Tuhan. Tuhan sangat berkuasa atas sega sesuatu. Tapi mengapa juga kok tuhan juga mengilhamkan manusia dengan manusia yang lain saling bermusuhan. Oke pokok sungguh inspiratif. Oke terus berkarya ya .. . . thanks salam

  10. jojo permalink
    26 Agustus 2009 03:06

    ikutan aja . Satu yang paling ………..
    HEBATNYA ALLAH SWT BEGITU SEMPURNA MEMBUATNYA .

    Bagi yang Ngerasa Gedhe , Paling Gedhe ,………..
    mudah mudahan segera nyadar dan berbuat dan beramal yang baik buat persiapan.

    Trims

    @jojo
    thanks atas masukannya….

  11. 6 September 2009 14:37

    ALLAHU AKBAR….

    La ilaha ilallah..

    kita semua hanya ciptaan-Nya,
    yang tiada lain tiada bukan hanya untuk beribadah kepada-Nya..

    bersyukur kta sebagai makhluknya, yang telah diajarkan banyak hal dalam al-Quranul karim

  12. 2 Oktober 2010 16:42

    keteraturan yg luar biasa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: