Lanjut ke konten

Substansi Genetika

9 November 2009
DNA dan Inti Sel

DNA dan Inti Sel (Sumber : On The Human Genome Project)

Berbicara tentang substansi genetika, maka kita akan berbicara tentang senyawa kimia di dalam inti sel (nukleus) yang disebut asam nukleat. Asam nukleat berfungsi sebagai informasi genetik yang mengatur pemunculan sifat suatu makhluk hidup. Suatu sifat akan dimunculkan melalui pengendalian enzim-enzim atau senyawa protein lain yang disintesis oleh asam nukleat. Selain itu dengan adanya asam nukleat segala aktivitas hidup dikendalikan (proses-proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup yang terjadi di dalam setiap sel) melalui pengendalian enzim-enzim yang disintesis oleh asam nukleat. Fungsi pengendalian dan pengaturan sintesis protein inilah yang dijadikan dasar untuk menyebut asam nukleat sebagai substansi genetika (pembawa informasi genetik). Read more…

Sistem Saraf

1 November 2009
Scan Otak

Scan Otak (Sumber : conservatismplus.ning.com)

Sistem saraf (Nervous System) merupakan salah satu sistem organ yang ada di tubuh kita.  layaknya sebuah sistem jaringan komunikasi, sel-sel saraf di setiap bagian dari tubuh memainkan peran dalam proses menanggapi rangsangan dan pengendalian otot-otot kita. Sistem saraf dibina lebih dari 80 jaringan saraf utama. Setiap jaringan saraf tersusun atas 1 juta neuron, yaitu unit fungsional sistem saraf (sel-sel saraf).

Neuron atau sel saraf memiliki bagian-bagian sel yang berbeda dengan tipe sel lainnya. Berikut bagian-bagian sel saraf beserta fungsinya dalam menghantarkan impuls (rangsangan) sebagai unit fungsional sistem saraf. Read more…

Sistem Ekskresi

27 Oktober 2009

Berkeringat

Berkeringat (Sumber : product-reviews.net)

Sistem Ekskresi adalah salah satu sistem organ yang dibina atas organ-organ secretory untuk melakukan fungsi sekresi. Ekskresi dikenal sebagai proses pengeluaran materi-materi yang tidak digunakan lagi oleh tubuh sebagai zat-zat sisa aktivitas metabolisme tubuh, seperti zat-zat berlebih, sampah atau yang berbahaya bagi tubuh 1. Zat-zat sisa tesebut apabila tidak dikeluarkan dalam tubuh, maka dapat membahayakan hidup organisme tersebut, bahkan zat tersebut dapat bersifat racun apabila terus berada di dalam tubuh. Secara umum sistem ekskresi membantu terjaganya homeostasis organisme, melalui pengaturan keseimbangan air dan penghilangan substansi-substansi yang berbahaya bagi tubuh 2. Homeostasis adalah kemampuan suatu organisme untuk selalu menjaga kondisi internal tubuh agar tetap konstan (tidak berubah) tanpa terpengaruh kondisi eksternal tubuh. Read more…

Virus

7 September 2009

Bacteriphage (Sumber: library.thinkquest.org)

Bacteriphage (Sumber: mcat45.com)

Virus merupakan metaorganisme, yaitu organisme peralihan antara benda hidup dan benda mati. Virus dikatakan benda hidup karena dapat mengandakan diri atau memperbanyak diri ketika di dalam suatu sel inang. Kemampuan menggandakan diri (replikasi) di dalam sel inang ini disebabkan virus memiliki materi genetik, yaitu DNA atau RNA. Semua virus adalah parasit obligat intraseluler. Artinya, virus hanya mampu hidup di dalam sel atau jaringan makhluk hidup lain. Ketika suatu virus berada di luar sel, virus hanyalah sebatas materi yang tidak berdaya yang tidak dapat melakukan fungsi kehidupan. Selain itu virus juga dapat dikristalkan. Read more…

Nukleus

7 September 2009

Nukeus (sumber: elliottecell.com)

Nukeus (sumber: elliottecell.com)

Nukleus sering kita kenal dengan nama inti sel. Nukleus pertama kali dikenalkan oleh Brown pada tahun 1831 yang mengamati sel-sel tumbuhan. Struktur nucleus sel tumbuhan (eukariot) mempunyai inti sel yang jelas ketika diamati, karena bahan-bahan inti yang ada di dalam nucleus dibatasi oleh membran inti (karyotheca), yaitu struktur membran phospolipid bilayer mirip dengan struktur membran plasma. Read more…

Tumbuhan

5 September 2009

Tumbuhan (sumber rubberfertilizer)

Tumbuhan (sumber rubberfertilizer)

Tumbuhan sabagai salah satu makhluk hidup yang dipelajari dalam ilmu Biologi merupakan organisme yang masuk dalam Kingdom Plantae. Organisme ini pada umumunya mampu melakukan fotosintesis. Kemampuan tumbuhan melakukan fotosintesis menjadikan organisme ini masuk dalam golongan organisme Autotrof, yaitu organisme yang mampu membuat makanannya sendiri. Tumbuhan sebagai organisme autotrof mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui reaksi fotosintesis yang biasanya reaksi ini terjadi di bagian tumbuhan yang bernama daun. Bagian-bagian tubuh tumbuhan selain daun yang sering kita lihat adalah akar, batang, bunga dan buah. Semuanya itu merupakan organ-organ fungsional yang menunjang proses kehidupan tumbuhan. Read more…

Struktur dan Fungsi Sel

27 Agustus 2009
Sel Gabus

Sel Gabus (Sumber : biology.clc.uc.edu)

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap Organisme di dunia ini tersusun atas sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup. Baik organisme tingkat seluler (Uniseluler) maupun organisme Multiseluler. Sel  pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada pada tumbuhan dengan menggunakan lensa pembesar. Gabus merupakan bangunan yang berlubang-lubang kecil seperti susunan sarang lebah yang dipisahkan oleh “diafragma“. Bangunan seperti sarang lebah ini selanjutnya disebut dengan Cell (sel).  Nama sel diambilnya dari bahasa Yunani “Kytos” yang berarti ruang kosong, sedangkan bahasa latin ruang kosong adalah “cella“. Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.