Lanjut ke konten

Sistem Ekskresi

27 Oktober 2009

Berkeringat

Berkeringat (Sumber : product-reviews.net)

Sistem Ekskresi adalah salah satu sistem organ yang dibina atas organ-organ secretory untuk melakukan fungsi sekresi. Ekskresi dikenal sebagai proses pengeluaran materi-materi yang tidak digunakan lagi oleh tubuh sebagai zat-zat sisa aktivitas metabolisme tubuh, seperti zat-zat berlebih, sampah atau yang berbahaya bagi tubuh 1. Zat-zat sisa tesebut apabila tidak dikeluarkan dalam tubuh, maka dapat membahayakan hidup organisme tersebut, bahkan zat tersebut dapat bersifat racun apabila terus berada di dalam tubuh. Secara umum sistem ekskresi membantu terjaganya homeostasis organisme, melalui pengaturan keseimbangan air dan penghilangan substansi-substansi yang berbahaya bagi tubuh 2. Homeostasis adalah kemampuan suatu organisme untuk selalu menjaga kondisi internal tubuh agar tetap konstan (tidak berubah) tanpa terpengaruh kondisi eksternal tubuh. Pengaturan kondisi internal tersebut (kesimbangan air di dalam tubuh) dilakukan melalui suatu proses yang dinamakan osmoregulasi. Osmoregulasi merupakan proses untuk mengontrol keseimbangan air di dalam sel atau organisme dengan tanggap terhadap kondisi lingkungan yang mengelilinginya melalui proses osmosis 3. Osmoregulasi dapat juga dikatakan sebagai penyerapan serta eksresi air dan substansi terlarut sehingga kesimbangan air tetap terjaga melalui pengaturan kondisi tekanan osmotic di antara organisme dengan lingkungan yang mengelilinginya 3.

Mekanisme ekskresi bervariasi untuk setiap macam organisme yang ada. Berikut macam-macam alat atau mekanisme ekskresi yang kita kenal lengkap dengan gambar dan video animasinya.

Vakuola kontraktil, dimiliki oleh organisme protista, seperti paramaecium dan amoeba. Vakuola kontraktil akan mengakumulasi air atau zat yang akan dibuang dari sel yang selanjutnya vakuola tersebut bergabung (berfusi) dengan membrane plasma dan akhirnya membuang isi vakuola ke luar sel.

Vacuola Kontraktil pada Paramaecium

Vakuola Kontraktil pada Paramaecium

Sel-sel api (Flame Cell), dimiliki oleh organisme Platyhelmintes, seperti planaria. Sel-sel api didistribusikan sepanjang sistem tabung bercabang. Cairan tubuh disaring melalui sel-sel api, dengan cara memindahkan cairan ke dalam sistem tabung yang dimiliki organisme tesebut. Zat buangan (air dan garam) disekresi dari sistem tabung melalui lubang-lubang (pori-pori) yang ke luar tubuh.

protonephridia-flame-bulb-planaria

Sel-sel Api Planaria

Nephridia (atau metanephridia), dimiliki oleh kebanyakan annelida, terdapat di setiap segmen-segmen tubuhnya. Cairan interstitial masuk ke dalam nefridium melalui nephrostome.

Nephridia pada Annelida

Nephridia pada Annelida

Bulu Malpighi, terdapat pada kebanyakan antropoda seperti kelompok insekta. Tabung-tabung melekat pada bagian tengah (midsection) dari sistem pencernaan insekta, mengumpulkan cairan tubuh dari hemoplymph yang membasahi sel. Cairan-cairan tersebut, yang mengandung buangan nitrogen dan material (garam dan mineral) akan disalurkan ke dalam midgut.

Buluh Malphigi pada Insekta

Buluh Malphigi pada Insekta

Ginjal, Sistem Eksresi pada Manusia. Ginjal manusia berjumlah sepasang, masing-masing berada di bagian rongga perut bagian kanan dan kiri ruas rulang belakang. Ginjal memiliki bentuk seperti biji kacang berwarna merah keunguan dengan berat sekitar 200 gram. Fungsi ginjal dalam sistem ekskresi adalah untuk menyaring darah (zat sisa dikeluarkan dalam bentuk urin), mengatur keseimbangan air dalam tubuh dan mengatur konsentrasi garam dalam darah.

Ginjal Manusia

Ginjal Manusia

Manusia memiliki organ-organ eksresi seperti ginjal, kulit, hati dan paru-paru yang menyusun fungsi eksresi pada tubuh manusia. Masing-masing organ memiliki fungsi ekskresi yang berbeda, kulit untuk berkeringat, hati menghasilkan empedu, paru-paru mengeluarkan karbondioksida dan uap air, serta ginjal yang berperan dalam sistem urinaria (pengeluaran urin).

Referensi :

  1. Hine, R. 2005. The Facts on File Dictionary of Biology Fourth Edition. Facts on File, Inc., New York.
  2. Pack, P. E. 2001. Biology 2nd Edition CliffsAP. Hungry Minds, Inc., New York.
  3. Rittner, D., and Timothy, L. M. 2004. Encyclopedia of Biology. Facts on File, Inc., New York.

About these ads
8 Komentar leave one →
  1. 25 November 2009 07:41

    nice

  2. rara permalink
    23 Februari 2011 20:04

    tolong dong kirimkan video animasi dan powerpoint untuk struktur dan fungsi sel..
    trus bagaimana cara mendowload video yg ada d sudah ada dblog ini..

  3. adrian permalink
    26 April 2011 20:11

    bagus sekali,membantu :)

  4. 24 Juli 2011 19:44

    makaccihhh,,,, tazzz bntuann_x,,,, tugaz lbih mdah d krja,,,
    hehehehehehehehehehehehehe………….

  5. Syahroni Syah permalink
    26 September 2011 17:10

    Terimakasih ya! Sangat bermanfaat.

  6. icha permalink
    10 April 2012 15:36

    mkcih’y informsi’y……
    tlng jlsin donk ekskresi pd amuoba…….

  7. izzah permalink
    27 April 2012 16:09

    makasih yaa infox… :-)
    tgasq jdi lebih ringan…

  8. 11 April 2013 19:14

    aku suka^_^ membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: